Oleh: zhudie81 | Februari 17, 2009

Me-LINUX-kan masyarakat, bisa nggak?

Telah bertahun-tahun lamanya masyarakat Indonesia telah terjajah dengan OS Windows buatan Microsoft, dan telah mendarah daging. Dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, masyarakat kota bahkan sampai masyarakat pedesaan pun memakai OS Windows sebagai Operating System untuk PC mereka. Meskipun demikian, karena telah mendarah daging jalan apapun ditempuh untuk mendapatkan OS Windows tersebut, entah dengan membeli yang asli ataupun dengan membeli bajakannya.

Ya begitulah kalau bangsa kita telah teracuni. Mereka tak lagi menghargai yang namanya hasil karya cipta seseorang. Mereka tak lagi enggan dan malu menggunakan software bajakan. Meskipun mereka melanggar hukum dan undang-undang dan sanksinya berupa denda dan kurungan, tapi apa boleh buat karena telah teracuni itulah mereka tak lagi menggubrisnya.

Banyak sekali alasan-alasan yang diutarakan oleh si pemakai OS Windows bajakan, seperti dibawah ini (hanya ilustrasi semata) :

Siswa : “Aku windows bajakan ya karena disekolah aku diajari pakai windows kok, kalau beli yang asli mahal dan nggak tau belinya dimana…”
Karyawan : “Aku pakai windows yang nggak asli ya karena aku nggak punya duit buat beli yang asli dan nggak bisa yang os yang lain”

Dan masih banyak lagi alasan-alasannya, ya memang selama ini salah satu lembaga yang berperan untuk mengajarkan untuk memakai OS bajakan adalah Sekolah. Karena sekolah memberikan pelajaran komputer dengan OS Windows dan akhirnya para siswa pun ikut-ikutan menggunakan OS Windows. Coba bayangkan bila sekolah memberikan pelajaran komputer dengan OS yang GPL alias General Public License salah satunya Linux, pastinya para siswa pun berbondong-bondong memakai Linux sebagai OS di PC mereka. Tapi yang dipertanyakan mengapa ini tidak dilakukan..?? Dulu sewaktu SMP *eh SMP apa SMA ya..??* pada pelajaran komputer ada bab mengenai menghormati hasil karya cipta seseorang dan didalamnya juga terdapat sanksi-sanksi hukumnya, tapi… kenapa sekolah malah memberikan contoh untuk melanggar undang-undang tersebut…??

Sebenarnya telah diciptakan OS-OS yang memakai GPL sebagai lisensinya, yang artinya OS tersebut dapat dipakai dan didistribusikan dengan bebas tanpa adanya ijin dari pihak pengembang maupun pembuat. Salah satunya yang asli buatan anak bangsa adalah BlankOn yang kini telah memasuki versi 4.1 yang memakai Aceh sebagai tema dari BlankOn versi ini. Terbuktikan bahwa banyak OS-OS yang berlisensi GPL yang siap untuk dipakai dan diajarkan untuk para siswa dan masyarakat.

Kembali lagi karena para masyarakat di Indonesia sudah lama teracuni oleh OS Windows yang menjadikan mereka enggan dialihkan untuk memakai sesuatu yang HALAL. Mungkin dengan adanya dukungan pemerintah untuk memberikan contoh untuk memakai karya anak bangsa didalam PC-PC perusahaan ataupun kantor milik pemerintah dan para sahabat blogger yang sedang eksis ngeblog yang memakai blog self-hosting maupun yang memakai blog gratisan untuk juga mempopulerkan OS berlisensi GPL untuk dapat sedikit membantu untuk mengalihkan ke yang HALAL. Jadinya para blogger tidak hanya ngeblog untuk mencari dolar untuk belanja sehari-hari saja tapi juga dapat ikut mengkampanyekan INDONESIA GO TO GPL.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: